1. Sejarah terlahir dengan nama soebroto
Beliau terlahir dengan nama soebroto pada tanggal 30
jili 1888 dingape, ngajik jawa timur. Pada tahun 1896 ia disekolahkan di
europeesche lagere school (ELS), yakni sekolah rendah belanda, di bangil. Pada
awanya, ia ditolak disekolahan tersebut. Namun pamannya yang bernama raden
ardjodipoero tidak kehilangan akal.
Keesokan
harinya ia membawa kembali soebroto kesekolah. Ia menyatakan, anak yang
dibawanyanitu adalah soetomo adik sahit yang sudah diterima disekolahan
tersebut. Sahit adalah anak raden ardjodipoero. Sejak saan itunnama soebroto
diganti soetomo.
2. OSVIA
atau STOVIA
Disekolah , soetomo memilii kemampuan bersosialisasi
dengan baik, setelah menyelesaikan ELS, kakeknya menginginkan soetomo kelak
menjadi pegawai pangreh praja. Ia diharapkan melanjutkan sekolah di opleiding
school voor inlandscehe ambtenaren ( STOVIA), yakni sekolah untuk menjadi
pegawai pangreh praja. Sementara itu, ayahnya menghendaki soetomo melanjutkan
pendidkannya ke sokolahan dokter ke batavia`
3. Kehidupan
pribadi dokter soetomo
Pada tahun soetomo menikah dengan everdina broering,
seorang juru rawat berkebangsaan belanda istrinya meninggala pada 17 febuary
1934 dan dimakamkan di clake, malang.
Dr. Soetomo memiliki 6 adik yaitu:
1. Raden
soesilo (1892-1943)
2. Raden
soeratmo (1895-1942)
3. Raden
adjeng srijati ( 1898-1963)
4. Raden
adjeng sri woelan (1898-1983)
5. Raden
adjeng sri oemijati (1903-1986)
6. Raden
ajeng siti soesari (1906-1998)
4. Warisam-warisan
soetomo
Pada 30 mei 1038 soetomo meninggal dunia dirumah
sakit CBZ surabaya. Ia meninggalkan
warisan, antara lain dana sebesar 130.000, bangunan dan saham bank. Semuanya
disumbangkan buat masyarakat bumiputra.
Untuk menghargai jasa-jasanya, pemerintah
menganugrahi gelar pahlawan pergerakan nasional pada tahun 1961. Selain itu
wajahnya pernah tamoilkan dalam desaing perangko dan mata uang kertas, namanya
juga diabadikan untuk nama jalan dan bangunan disuluruh indonesia.
5. Mendirikan
boedi oetomo
Pada rabu 20 mei 1908 pukul 19.00, soetomo dan
beberapa kawanya membentuk organisasi pergerakan modern yang diberi nama boedi
oetomo. Soetomo dipilih sebagai ketua oranisasi itu. Kini kelahirannya boedi
oetomo diperingati sebagai hari kebangkitan nasional.
Tujuan perkumpulan ini adalah kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis dengan
jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan
industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai
kehidupan bangsa yang terhormat.
6. Masa
pergerakan
Pada 1919-1923 soetomo melanjutkan studi ilmu
kedokteran dibelanda untuk memperoleh gelar dokter penuh. Selama dibelanda, ia
pernah menadi ketua perhimpoenan indonesia. Ia juga mendirikan serikatan cabang
dokter hindia (1922).
Pada
1924 setmo mendirikan indonesische studieclub disurabaya.
Pada 1927 soetomo terlibat dalam permoefakan
perkoempulan-perkoempulan polotik bangsa indonesia ( PPPKI), selanjutnya pada
16 oktober 1930 berdiri persatoean bangsa indonesia (PBI), sebagai perluasaan
dari indonesische studieclub. PBI juga diketahui oleh soetomo.
Pada 1935 PBI melakukan fusi dengan boedi oetomo,,
menjadi partai indonesia raya ( parindra). Soetomo terpilih menjadi ketua. Guna
memberi semangat kepada masyarakat, soetomo juga aktif dalam bidang pres dan
memimpin beberapa majalah/surat kabar, seperti soeloeh indonesia dan soera
oemoen.
7. pencinta
kebudayaan
Dalam banyak tulisan, soetomo menghindari ideologi
barst ia lebih banyak berorientasi pada budaya hindi-jawa, terlebih cerita mahabrata
dan ranayana. Namun ia tidak sadar menbenci budaya barat. Ia bersikap praktis saja karena sadar, bangsa
indonesia masih memerukan bantuanbelanda . semuanya dianggap baik asalkan
mencapai satu tujuan yakni memperbaiki kesejahteraan rakyat.
8. Peranan
dokter soetomo dala bidang politik
Soetomo menyadari bahwa kekuasaan politik diperlukan
untuk menyadarkan pemerintah kolonial agar lebih memperhatikan kesejahteraan
rakyat. Untuk itu, soetomo banyak memberikan aspirasinya lewat pidato politik.
Untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Sekembalinya dari belanda, ia bersedia
menjadi anggota gemeenteraad atau dewan kotapraja surabaya (1924).
9. Mendirikan
bank dan memajukan ekonomi pasar
Selain itu mendirikan indonesische studieclub (1924)
untuk menarik perhatiaan cendekiawan, ia mendirikan bank bumiputra, yang
kemudian menjadi bank nasional (1929). . untuk memajukan perekonomian
diperdesaan, ia mengubah bank desa menjadi koperasi kredit disurabaya dan
malang. Selain itu , ia juga menginginkan kenaikan derajat kaum tani melalui
pendidikan dan pengajaran yang diberi nama roekoen tani.
10. Peranana dokter soetomo dalam bidang sosial
Soetomo memepeloporo pendidikan dalam upaya
memberantas buta hurup yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh kalangan
tokoh pergerakan nasional. Pemikiran soetomo yang penting lainnya adalah
menberi peran yang lebuh besar pada pesantren dalam pemerataan pendidikan untuk
rakyat bumiputra.
11. Peranan dokter soetomo dalam profesi
kedokteran
Juni 1923 soetomo kembali ketanah air dan kemudian
menjadi pengajar di nederlansch indidishe artsen school (NIAS) disurabaya. Sore
hari soetomo menerima pasien dirumahnya. Ia dibantu istrinya, evardina
broering.
Dokter soetomo tidak menetapkan tarif untuk pasien
yang dilakukan. Pasien yang mampu meminta memasukan uang ke dalam kotak.
Sementara pasien yang tidak manpu , tidak dipungut biaya, bahkan diberikan uang
untuk membeli obat atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.