Sabtu, 17 Oktober 2015

Sjafruddin Prawiranegara- Presiden RI yang Terlupakan



1.      Apa tema dalam filem dokumenter Sjafruddin Prawiranegara- Presiden RI yang Terlupakan ini?
Seseorang pemimpin atau pahlawan yang terlupakan oleh ingatan masyarakat indonesia
2.      Ide cerita apa yang diambil dalam filem dokumenter Sjafruddin Prawiranegara- Presiden RI yang Terlupakan?
Mengenang 1 abad Sjafruddin Prawiranegara sebagai Presiden RI yang Terlupakan
3.      Apa tujuan filem Sjafruddin Prawiranegara- Presiden RI yang Terlupakan?
Mengangkat nilai-nilai baik pemikiran maupun lankah-langkah politik kewaganegaraan yang akan dicontohkan kepada beliau menjadi pembelajaran generasi bangsa
4.      Ceritakan kembali filem dokumenter Sjafruddin Prawiranegara- Presiden RI yang Terlupakan ?
Sjafruddin Prawiranegara memimpin saat Presiden Soekarno dan Mohd Hatta di asingkan oleh Belanda pada Agresi Militer Belanda kedua. Saat itu Belanda habis-habisan menggempur Yogyakrta. Selain dua tokoh nasional tersebut,  Belanda juga menangkap pemimpin Indonesia lainnya untuk di asingkan ke Pulau Bangka. Belanda menyiarkan kabar bahwa Indonesia sudah bubar, karena pemimpin-pemimpinnya sudah mereka tawan. Beruntung Sjafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat sehingga terhindar dari pengasingan. Ia lantas mengusulkan untuk pembentukan pemerintahan darurat demi meneruskan pemerintahan RI.
Hal ini senada dengan telegraf yang dikirmkan Ir Soekarno yang memberi kuasa kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk memimpin pemerintahan.Ia kemudian menggelar rapat pada 19 Desember 1948 yang bertempat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi. Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan yang langsung menyetujui pembentukan suatu Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Hal ini semata-mata dilakukan demi NKRI agar tidak mengalami kekosongan kekuasaan. Akhirnya pada 22 Desember 1948, PDRI diproklamirkan dan Sjafruddin menjadi  pemimpinnya. Ia dibantu oleh kabinetnya diantaranya  T.M. Hasan, S.M. Rasjid, Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto.
Sementara Jenderal Sudirman tetap menjadi Panglima Besar Angkatan Perang.PDRI saat itu menjadi satu-satunya musuh Belanda. Semua tokoh-tokohnya terus bergerak mengusir penjajah. Bahkan hingga sampai harus bermalam di hutan rimba untuk menghindakan diri dari serangan. Rombongan ini kerap tidur di semak belukar di pinggiran sungai Batanghari dan kekurangan pasokan bahan makanan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan mereka ternyata membuahkan hasil. Pada pertengahan tahun 1949, posisi Belanda semakin terjepit karena agresi besar-besaran yang diluncurkan ke Indonesia mendapat kecaman internasional.
 Mereka tidak pernah berkuasa penuh dan akhirnya memilih berunding dengan utusan Soekarno-Hatta yang saat itu masih berstatus tawanan. Akhirnya perundinga menghasilkan Perjanjian. Roem-RoyenSetelah perjanjian ini  Sjafruddin kemudian  mengembalikan pemerintahan kembali kepada Ir Soekarno pada 13 Juli 1949. Ini berarti masanya menjabat sebagai presiden selama kurang lebih delapan bulan untuk melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.

ISI MANDAT PRESIDEN SOEKARNO DAN WAKIL PRESIDEN HATTA
·         Kawat pertama
kami presiden republik indonesia memberitahukan bahwa pada hari minggu tanggal 19 desember 1948 jam 06.00 pagi belanda telah mulai serangannya atas ibu kota djogjakarta .dalam keadaan pemerintahan tidakdapat dijalankan kewajiban nya lagi kami merasa kepada Sjafruddin Prawiranegara mentri memakmuran republik indonesia telah membentuk pemerintah daurat disumatera
·         Kawat kedua
Kami presiden republik indonesia memberitahukan kepada Sjafruddin Prawiranegara pada hari minggu tanggal 19 desember 1948 jam 6 pagi belanda mulai serangan atas ibu kota djogjakarta
Djika perhatian Sjafruddin Prawiranegara membentuk pemerintahan disumatera tidak berasil kepada saudara dikuasai untuk membentuk exlegovermen republik indonesia di india.
Harap dalam hal ini berhubungan di sumatera djika berhubungan tidak mungkin, harap diambil seperlunya.
5.      Pesan moral apa yang ada dalam filem dokumenter Sjafruddin Prawiranegara- Presiden RI yang Terlupakan?
·         Hanya bangsa yang mengharagai pahlawannya dan menjadi bangsa yang besar. Kita harus berdamai dengan sejarah apapun peristiwan masalalu semuanya harus dicatat tetapisecara objektif toko-tokoh yang mengoreskan peristiwa-peristiwa penting ini harus diberi penghargaan yang sewajarnya.
·         Setiap penguasa akan selalu memperbesar peristiwa yang menaikan wibawanya dan akan melupakan atau menguculkan peristiwa yang merugikannya yang sering kali orang idealis itu menjadi korban karena orang yang idealis kadang-kadang tampa kompromi menyampaikan apa adanya . mengancam intentasi oranglain sehingga orang-orang seperti  sjafruddin prawiranegara.
·         Pemerintah seharusnya malu karena menunjukan pemerintah tidak tau sejarah , pemerintah telah mensampingkan 1 fakta sejarah yang sangat penting dan pahlawan sebagai pilihan-pilihan politik. Seharusnya harus dibebaskan ,kalau seseorang  apapun alirannya yang mempunyai kontribusi yang besar dalam memperjuankan/mempertahnkan kemerdekan indonesia harus menjadi pahlawan nasional.

Jumat, 16 Oktober 2015

Tragedi 1998 ini menceritakan sebuah pertempuran yang sangat berkepanjangan banyak mahasiswa yang jatuh karana tragedi ini. Mulanya tragedi ini hanya sekedar demo mahasiswa di dalam lingkungan kampus saja tetapi ketidaksabaran mereka atas tuntutannya yang  tidak direspon, sehingga mereka dengan nekat keluar dijalan jalan dan menuju ke gedung DPR yang  sangat berdekatan dengan kampus mereka. Ketidaksabaran mereka lama-kelamaan menjadi berapi-api, mahasiswa dengan nekat masuk kelingkungangan DPR dsn berperilaku tidak sepantasnya sehingga aparat hukum atau polisi dengan nekat menembaknya. banyak korban yang terluka dalam kerusuan ini bahkan ada meninggal yang bernama Elang Surya Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie, dan Hery Hertanto.meraka adalah mahasiswa trisakti dan mereka berempat diberi gelar pahlawan reformasi.Kesedihan keluarga mereka sangat berlarut-larut sampai sekarang karena tidak ditemukan ujung permasalahnnya.Sedih ketika melihat atau mendengar ada tregedi yang seperti ini yang tidak ditemukan jalan keluarnya, kenapa keadilan dinegara ini sangat-sangatlah lemah. Apa susahnya menghusut masalah ini kerana kehukum, dimana pemeritahan dimana keadilan negara ini. Negara ini seperti boneka yang bisu yang hanya terdiam tampa tindakan.
 Tragedi 1998 juga membawa duka yang sangat mendalam, banyak para mahasiswa yang menjadi korban, flem ini ditayang karna mengulas kembali masa-masa dulu betapa sadisnya perlawanan yang dilakukan oleh para penegak hukum dinegara kita, mereka bangga atas kemenangan yang dilakukan padahal yang dilakukan mereka tidak berkemanusiaan, flem ini juga ditanyangkan  untuk menyadarkan generasi penerus agar tidak bertidak gegabah dalam melakukan sesuatu, gunakan otak kita untuk berpikir kedepan agar tidak menibulkan masalah  yang berkepanjangan.Bahkan Banyak diantara kita yang meragukan untuk mengungkit dan menggali ingatan masa lalu. Tak produktif, menyakitkan, lebih baik menatap masa depan, begitu mereka berkata. Tentu saja itu ada benarnya. Terutama bila itu terkait dengan memori buruk, trauma, rasa sakit, yang pernah kita alami. Namun sebagian lagi menyatakan bahwa berupaya melupakan pun hanyalah kepura-puraan, toh kita tak mungkin juga melupakan. Bagaimana kita dapat menata dan menatap masa depan dengan jernih, bila kita berpijak pada masa lalu yang kita represi dengan rapuh? (Pura-pura) melupakan hanyalah tanda bahwa kita tak pernah belajar dari masa lalu.
Seandainya saya hidup sebagai mahasiswa pada zaman itu saya tidak pernah dan tidak mau mengkuti demo yang semacam itu, karna saya masih mempunyai pola pikir yang lebih maju. semua masalah dapat diselesaikan secara baik-baik tidak hanya diselsaikan secara kekerasan apalagi dapat mengakibatkan banyak korban berjatuhan.Jika saya sebagai polisi pada zaman itu saya tidak mau menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan karana cara yang  baiki-baik masih banyak, saya akan menciptakan  suasana yang damai dan tentram karna saya adalah aparat hukum.Jika saya sebagai orang yang duduk di pemerintahan pada zaman itu saya akan bersikap adil dan siaga terhadap rakyat sedang mebutuhkan saya.Jika saya sebagai guru sejarah pada jaman itu saya akan mengenah dan menceritakan kembali kepada mahasiswa atau murid-murid saya tentang tragedi 1998 bahwa ada mahasiswa yang menjadi pahlawan reformasi kita dalam memperjuangkan hak-haknya yang ingin di capai.
flem ini menarik ditonton ketika Mengingat dan memperingati adalah cara penting untuk tidak mengulangi masa lalu. Bangsa Jerman belajar menatap masa depan dengan mendirikan museum pembantaian terhadap orang Yahudi oleh Nazi. Bukannya (pura-pura) melupakan Auschwitz. Sayang bangsa kita masih harus belajar utk memahami masa lalu, walau itu memang tidak pernah menyenangkan, agar dapat melangkah ke masa depan dengan teguh. Mari kita memperingati masa lalu untuk menjahit luka. :D